Saat liburan ke luar negeri,pasti tidak melewatkan belanja untuk keperluan sendiri atau untuk oleh-oleh kerabat.  Mulai dari belanja baju, aksesoris, sepatu, tas, cemilan khas, hingga barang-barang elektronik.

Namun Anda harus ingat, membawa barang dari luar negeri memiliki limit tertentu untuk bebas bea cukai yang sudah diatur dalam Undang-undang.  Tahun lalu, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 mengubah tentang Ketentuan Ekspor dan Impor. Dari batas total harga barang yang bisa dibawa pulang  250$ menjadi 500$ bagi perorangan. Tapi meski sudah dinaikkan, Indonesia masih di bawah Cina yang menetapkan US$ 764 dan Singapura US$ 600
aturan baru tersebut dihapus istilah 'keluarga'. Dulu, bea masuk barang dari luar negeri dihitung per satu keluarga, sekarang dihitung per-individu. "Jadi misalnya ada satu keluarga dengan empat anggota, nah dihitungnya sekarang masing-masing anggota dengan nilai barang maksimal US$ 500
jika nilai barang belanjaan di atas US$ 500 per orang, akan dikenakan bea masuk 10 persen dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen serta pajak penghasilan (PPh). Adapun PPh untuk pelancong yang memiliki NPWP dan yang tak mempunyai NPWP masing-masing sebesar 7,5 persen dan 15 persen.

Contoh : 

Pakaian
Sepulang dari luar negeri diketahui anda membawa pakaian baru bernilai US$ 1.400, petugas Bea Cukai menetapkan tarif bea masuk sebesar 10%. Dalam masa perhitungan, jika anda menunjukan NPWP, maka mendapat potongan tarif PPh Pasal 22 yang seharusnya 15% menjadi 7,5%. 

Untuk perhitungan nilai pabean yang digunakan sebagai dasar pengenaan bea masuk seperti CIF (harga barang) US$ 1.400, pembebasan US$ 500, CIF setelah pembebasan US$ 900, lalu nilai tukar atau kurs disesuaikan pada saat itu, misalnya Rp 13.000, maka nilai pabean (CIFxkurs) yakni Rp 11.700.000.


Perhitungan bea masuk (tarif x nilai pabean), yaitu bea masuk (tarif 10%)= 10% x Rp 11.700.000= Rp 1.170.000. Lalu perhitungan nilai impor digunakan sebagai dasar pengenaan pajak dalam rangka impor. Nilai impor Rp 11.170.000 + Rp 1.170.000=Rp 12.287.000 atau (nilai pabean+bea masuk).

Untuk penghitungan PDRI (tarif x nilai impor) seperti PPN (tarif 10%) yakni, 10% x Rp 12.287.000= Rp 1.228.700. Untuk PPh Pasal 22 (tarif 7,5%) yakni 7,5% x Rp 12.287.000= Rp 921.525. Jadi, total PDRi Rp 1.228.700 + Rp 921.525= Rp 2.150.225.

Total bea masuk dan PDRI yang harus dibayarkan dari membawa satu pakaian baru seharga US$ 1.400, yaitu Rp 1.170.000 + Rp 2.150.225= Rp 3.320.225.

Agar tidak terjebak pajak dan bea cukai sekaligus berhemat, Anda tetap harus memperhatikan rambu-rambu limit batasan sesuai PMK 203 saat belanja barang di luar negeri dengan membuat list belanja dan perhitungan yang tepat....


Sumber Aturan : Nomor 203/PMK.04/2017 ada di pasal 12 sampai pasal 14