Selamat hari minggu............

Minggu - minggu seperti ini biasanya kalian yang beragama kristen, seperti saya mungkin ke gereja ya..
di gereja itu biasanya ada gembala sidang yang tentunya adalah pendeta ya

nah pertanyaan saya 

Pendeta kena pajak ga sih??? 

Padahal rata - rata kehidupan pendeta juga makmur, jika di kota besar ya
punya mobil, motor, rumah, pakai jas, smartphone, tablet dan banyak lagi

Nah penghasilan dari kegiatan rohani mereka, kena pajak ga sih???

Padahal menurut pasal 4 ayat 1 UU PPh no 36 Tahun 2008 :
Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan, dengan nama dan dalam bentuk apa pun.


Jika diliat dari definisi diatas sih harusnya kena ya...

Tapi tunggu dulu ya....

Tidak semua pekerjaan atau profesi mendatangkan nilai lebih atau keuntungan ekonomis. Inilah yang terjadi pada rohaniawan yang kegiatan sehari - hari melakukan pelayanan rohani. Mereka biasanya akan diberi uang saku dan sarana penunjang untuk mendukung kelangsungan hidup dan aktivitasnya dalam beribadah.
Terhadap uang saku atau pemberian dalam bentuk lain, dengan nama dan bentuk, yang tidak mendatangkan tambahan kemampuan ekonomis tentu dikecualikan sebagai objek pajak.

Dan penghasilan ini dapat dikategorikan sebagai bantuan atau sumbangan.

Menurut Pasal 4 ayat 3 UU PPh no 36 Tahun 2008
Yang dikecualikan dari objek pajak adalah:


Bantuan atau sumbangan, termasuk zakat yang diterima oleh badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang 
dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima zakat yang berhak atau sumbangan 
keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakuidi Indonesia, yang diterima oleh lembaga 
keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh pemerintah dan yang diterima oleh penerima sumbangan yang 
berhak, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Pemerintah.

Lalu bagaimana jika pendeta punya NPWP ??? Bagaimana Pelaporan SPT Tahunannya ???

Karena salah satu kewajiban pemilik NPWP, harus lapor SPT Tahunan  

Jika Penghasilan Pendeta tersebut dilaporkan dalam SPT Tahunan dalam kolom " Penghasilan yang bukan 
merupakan objek pajak " dan dalam SPT Tahunan sekaligus dilaporkan harta, kewajiban dan anggota
keluarga yang menjadi tanggungan..

Kesimpulan:

Peghasilan Pendeta dan pemuka agama tidak dikenakan pajak, karena diatur di UU PPh penghasilan itu
merukpan penghasilan bukan objek pajak karena merupakan sumbangan dan bantuan dari jemaatnya...